
Pendidikan Indonesia: Ketika Anak Bersekolah Belum Tentu Belajar
Pendidikan Indonesia tidak hanya menghadapi persoalan kurikulum, guru, asesmen, orang tua, atau birokrasi secara terpisah, tetapi persoalan ketidakselarasan dalam keseluruhan ekosistem pendidikan. Tulisan ini mengajak kita merefleksikan kembali makna keberhasilan pendidikan: bukan sekadar tingginya nilai, kelulusan, banyaknya program, atau penggunaan teknologi, melainkan sejauh mana anak benar-benar belajar, mampu berpikir, memiliki karakter, memecahkan masalah, dan menjadi pembelajar mandiri. Perubahan pendidikan tidak harus selalu dimulai dari kebijakan besar; ia dapat dimulai dari satu pertanyaan sederhana di ruang kelas: “Apa yang harus berubah dalam diri anak setelah pembelajaran hari ini?”


